Amsterdam

 ◊  Log @ June, Amsterdam

by danang.wijanarko@gmail.com

 

Bagian Buruk

I amsterdamNegeri penjajah. Aku ceritakan begitu, yang jelek-jelek dulu. Hanya negara ini diantara negara-negara Uni-Eropa yang mungkin sudah berkarat budayanya. Sebutlah hanya di negara ini yang namanya peta kota itu bayar 12 euro, belum aku jumpai di negara skandinavia seperti Swedia, Ireland, Bordeaux, Luxembourg, Jerman, Perancis yang mengelilinya, mungkin juga Belgia yang mempunyai adat jelek seperti ini. Bertanya juga sepertinya penuh dengan trik di Schipol.

Lihatlah lagi ketika aku sudah membeli tiket kereta antar negara Thalys yang paperless (ticketless), kutanyakan untuk ticketingnya di konter tiket, "Maaf saya ingin menanyakan tentang tiket saya yang saya pesan di internet, apakah perlu di print ?". Dengan enggan mereka mengatakan ketidaktahuannya, "Maaf, saya tidak tahu, tiket anda ada tapi tidak bisa kami print, lebih baik anda tanya langsung ke kondektur di atas kereta mungkin anda beruntung". Pertanyaan dalam hatiku cuma satu, bagaimana jika seorang yang masih baru akan menghadapinya. Menghadapi kemungkinan jika ternyata tidak diperbolehkan oleh kondektur, atau dimarahi, atau ditanyai macam-macam, padahal ini adalah negara orang lain.

Hmmm ... lalu aku bertanya lagi, "Apakah kondektur di atas kereta memahami tiket ini ?".

 ◊  Amsterdam Stop Over @ 07/06/2009

by danang.wijanarko@gmail.com

 

Sangat sering aku melakukan perjalanan udara, namun tidak pernah sekalipun aku merasa tenang dengan perjalanan udara. Pilihan yang paling bisa dinalar bagiku adalah kereta (sungguh aku memang pengagum kereta), namun sayang belum ada kereta dari Jakarta jurusan ke Amsterdam.

Schipol Airport

Schipol dikenal sebagai bandara transit terbesar kedua setelah London. Bukan disebabkan besarnya airport ini, tetapi disebabkan begitu besarnya jumlah quota transit perjalanan internasional. Satu hal yang menarik selain besarnya volume transit di sini adalah, disediakannya tempat terbuka yang lapang di "top floor" bagi penumpang yang transit dan yang ingin menikmati pemandangan bebas airport.

Hanya 1-2 jam, dengan Boieng 737-800 (kalau tidak salah) perjalanan berlanjut ke Arlanda Stockholm.

"Bekatul Port" Personal Enterprise Number (PEN) registered @ IANA OID

ASN.1 Notation: {iso(1) identified-organization(3) dod(6) internet(1) private(4) enterprise(1) 30347}

Dot Notation: 1.3.6.1.4.1.1.30347

IRI Notation: oid:/ISO/Identified-Organization/6/1/4/1/30347

Syndicate content