"Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu dapat mengalingi-Nya, sementara Dialah Yang Menampakkan segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu saggup mengalingi-Nya, bila Dia-lah Yang Tampak pada segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu mampu mengalingi-Nya, sedangkan Dialah Yang Tampak dalam segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu kuasa mengalingi-Nya, padahal Dialah Yang Tampak untuk segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu dapat mengalingi-Nya, sementara Dia-lah Yang Ada sebelum ada segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu sanggup mengalingi-Nya, bila Dia lebih jelas ketimbang segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu mampu mengalingi-Nya, sedangkan Dia Esa, yang tiada disamping-Nya sesuatu apapun? Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu kuasa mengalingi-Nya, padahal Dia lebih dekat kepadamu daripada segala sesuatu? Bagaimana bisa dibayangkan kalau sesuatu dapat mengalingi-Nya, sementara seandainya Dia tak ada, niscaya tak akan ada segala sesuatu? Betapa ajaib, bagaimana keberadaan bisa tampak dalam ketiadaan? Atau, bagaimana sesuatu yang baru bisa bersanding dengan Yang Maha Dahulu."

Poetry

 ◊  Today !

We are guilty of many errors and many faults
but our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.

Many of the things we need can wait.
The child cannot.

Right now is the time his bones are being formed,
his blood is being made,
and his senses are being developed.

To him we cannot answer 'Tomorrow.'
His name is 'Today.'

By Gabriela Mistral (Chilean Poet  1889- 1957)

 ◊  Raba ? Itukah ?

by danang.wijanarko@gmail.com

 

 ~ Raba ? Itukah ? ~

 

Aku saat ini ...

Aku saat jelang

Aku saat binal dan jalang

 

Aku ini …

 ◊  Rasa

by danang.wijanarko@gmail.com

 

~ Rasa ~

 

Menyebutmu akan salah

Katakan aku sama

Aku anak pari di sana

 

Aku bagikan ...

Aku gigitkan serabut dua raut nada di jantung ini

Aku tinggikan senandung mati cakrawala yang menjerit dan melompat

Aku bebaskan dendam diri wahai

Aku kejar semua bayang dengan memburu

Tanpa malu

 ◊  Air lenganku waktu

by danang.wijanarko@gmail.com

 

~ Air lenganku waktu ~

 

Desir lirih menamparku dingin
Haluannya kacau, selubuti perut dan tengkukku
Mencabut kulit kulit jiwaku tanpa suara
Dan bawakannya lepas
Membusungkannya pada ketidaksadaran masa

"Bekatul Port" Personal Enterprise Number (PEN) registered @ IANA OID

ASN.1 Notation: {iso(1) identified-organization(3) dod(6) internet(1) private(4) enterprise(1) 30347}

Dot Notation: 1.3.6.1.4.1.1.30347

IRI Notation: oid:/ISO/Identified-Organization/6/1/4/1/30347

Syndicate content


View Stat Counter