by danang.wijanarko@gmail.com
~ Rasa ~
Menyebutmu akan salah
Katakan aku sama
Aku anak pari di sana
Aku bagikan ...
Aku gigitkan serabut dua raut nada di jantung ini
Aku tinggikan senandung mati cakrawala yang menjerit dan melompat
Aku bebaskan dendam diri wahai
Aku kejar semua bayang dengan memburu
Tanpa malu
Aku panggilkan raja di hatiku
Aku berikan kerajaan atas sebuah nama
Aku tangkapkan gemuruh dadaku
Yang menderaku
Desaunya kalut, penuh sedu kala malam
Aku lihatkan wajah teraut kaku
Aku peluh yang melelah
Aku tanggalkan keranda batinku
Aku siripkan satu mahkota
Untukmu
Aku serahkan seutuhnya
Lencana hatiku terap
Mintalah aku sungguh sejauh nirwana
Ketika nuri-nuri ini datang
Sapulah aku
Sungguh tak akan kuserahkan seindah apapun
Hari-hari penuh canda
Bersama capung-capung merah ini
Kala bianglala sudah aus untuk menjejahku
Aku benamkan raga ini
Bagas seanggun yang kau pinta
Aku tempatkan kata ‘angkuh’
Bagi nalar dan tempat aku tambatkan rasa
Aku akan kembalikan
Aku akan bagikan
Aku akan berikan
Aku akan pasrahkan
Kuharap kau tahu
Dan penuh malu katakannya
Aku ini sebatas derit
Hanya rasa saja
Ini hatiku
Ci tetaplah dan jangan merancau
Aku sungguh jengah
Kesinilah kupegangkan seruling sendumu
Aku tahu
Ci malam
-d @ pacitan, 1998