Rebahlah dengan pongah
Dari temaram samovar kecil yang udik
Dari gelayut nyiur yang rancak
Gebahlah tembikar besi yang liat
Laksana ombak yang memilahkan gerak dari jemarinya
Itu hanyalah cenayang angin pantai
Semerbakkan pasirnya mengeluh
Tertata pada batas antara takdir dan kehendak
by: -d ◊ Pacitan, 1998
"Pangkal segala maksiat, kelalaian, dan syahwat adalah pengumbaran nafsu. Dan pangkal segala ketaatan, kewaspadaan, dan kebajikan adalah pengekangan nafsu. Bersahabat dengan orang bodoh yang tidak memperturutkan hawa nafsunya lebih baik bagimu ketimbang bersahabat dengan orang pintar yang memperturutkan hawa nafsunya. Kepintaran apalagi yang dapat disandangkan pada orang pintar yang selalu mempertaruhkan hawa nafsunya? Dan kebodohan apalagi yang dapat disandangkan pada orang bodoh yang tidak memperturutkan hawa nafsunya?"