Lagi, terkena tilang.
Dengan niat (yang tulus) agar supaya uang tilang ini benar-benar sampai kepada negara, maka aku putuskan "no kompromi" alias "tida ada kata damai" dengan polisi.
Fakta yang terjadi di lapangan:
- Polisi selalu berbelit-belit jika dimintai Slip Biru (yang artinya kita mengaku salah, trus transfer ke BRI, lalu ambil lagi SIM kita yang di sita). Kenapa selalu berbelit-belit, karena pasti ada "udang di balik batu"-nya.
- Polisi sangat gemar dengan Slip Merah (artinya kita tidak terima kesalahan dan harus ikut sidang).
Karena bapak polisi ngotot dengan segala macam alasan "Perintah atasan", "Slip biru sekarang tidak direkomendasikan", "Konfirmasi dengan atasa", dll. Pada intinya hanya satu pertanyaan yang ada di hati setiap orang ter-"tilang":
"Jika dengan slip biru segala urusan jadi mudah dan uang pasti ke negara, kenapa polisi selalu mempersulitnya ?"